Pengolahan Teh Konvensional
Selama proses pengolahan teh hijau, katekin mengalami penurunan dari segi jumlah. Sekitar 23,50% katekin akan hilang akibat proses pelayuan, penggilingan, dan pengeringan. Di antara ketiga proses tersebut pengeringanlah proses yang telah banyak menyita kandungan katekin dalam teh. Proses pengeringan telah mereduksi jumlah katekin sekira 9,46% atau 40,26% dari total hilangnya katekin. Angka ini semakin menegaskan kepada kita bahwa pengeringan yang kita lakukan selama ini telah mengurangi potensi kesehatan yang diterbitkan oleh katekin.
Untuk melihat sejauh mana penurunan kandungan katekin selama proses pengolahan teh hijau konvensional ini, Tabel 3 berikut ini dapat dijadikan sebagai cermin betapa masih tingginya kehilangan katekin akibat proses pengolahan.
Penurunan kandungan katekinpun terjadi juga pada pengolahan teh hitam. Bahkan penurunan kandungan katekin pada teh hitam merupakan sesuatu yang diwajibabkan mengingat pada proses pengolahan teh hitam ini, katekin sengaja diubah menjadi theaflavin dan thearubigin untuk menghasilkan cita rasa yang khas.
Seperti halnya pada pengolahan teh hijau, selama pelayuan pada proses pengolahan teh hitampun sebanyak 7,81% katekin telah berkurang. Penurunan kandungan katekin ini terjadi akibat adanya sebagian pucuk atau daun teh yang rusak atau luka secara mekanis yang memungkinkan terjadinya oksidasi premature. Data selengkapnya penurunan kandungan katekin selama proses pengolahan teh hitam dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini.