Meningkatnya perhatian masyarakat akan manfaat kesehatan yang diterbitkan oleh teh telah mendorong pelaku industri hilir untuk menjadikan teh sebagai salah satu komponen utama baik dalam produk-produk pangan, farmasi maupun produk-produk perawatan tubuh. Kenyataan ini kemudian telah mendorong lahirnya industri antara yang menjembatani industri hilir dengan industri hulu sebagai penyedia bahan baku yang baik. Bahan baku yang baik secara potensial harusnya mempunyai kriteria yang sesuai dengan kebutuhan industri antara maupun industri hilir. Salah satu kriteria yang kini tengah mendapat perhatian lebih dari sejumlah kalangan adalah keberadaan polyphenol atau yang lebih dikenal salah satu jenisnya yaitu katekin (catechin) yang disebut-sebut sebagai komponen paling penting dalam sejarah perkembangan teh sebagai penyedia kesehatan. Walaupun pernah diulas sebelumnya pada artikel terdahulu, namun artikel ini ingin menjelaskan lebih mendalam mengenai proses pengolahan teh terkini untuk mendukung industri hilir.
Potensi Katekin Indonesia
Polyphenol merupakan senyawa yang tersedia secara alami pada teh dan bertanggungjawab terhadap ketajaman rasa serta aroma yang unik. Disamping itu, polifenol memiliki potensi antioksidan yang demikian kuat. Kandungan polifenol dalam daun teh berkisar antara 25-35% berat kering. Tinggi rendahnya kandungan kimia dalam teh termasuk polifenol sangat dipengaruhi oleh jenis klon, variasi musim, kesuburan tanah, perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya dan faktor-faktor pendukung lainnya.
Diantara sejumlah polifenol yang tersedia dalam teh, katekin merupakan senyawa yang paling banyak menyita perhatian. Sejumlah riset terkini menyatakan bahwa katekin merupakan senyawa yang paling berperan dalam efek kesehatan yang diterbitkan oleh teh, baik itu teh hitam, teh hijau maupun teh oolong. Laboratory of Tea Science, Hunan Agricultural University China telah berhasil mengidentifikasi 12 katekin. Lima diantaranya merupakan katekin yang sangat populer. Adapun kelima katekin tersebut adalah C (katekin), EC (epikatekin), EGC (epigalokatekin), ECG (epikatekin galat) dan EGCG (epigalokatekin galat).

Gambar Struktur Kimia Senyawa Katekin
to be continued...