Plus Herbal Products
rssfeed

     


 
 

Iptek » Teknologi
Pengolahan Teh Hitam
Oleh: Dadan Rohdiana
07/03/2009 - 06:22:12 WIB
Tell a Friend

Popularitas teh sebagai minuman papan atas dunia sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Disamping mempunyai rasa dan aroma yang atraktif, belakangan kemampuannya sebagai minuman kesehatanpun acapkali menjadi buah bibir sejumlah ahli. Berdasarkan cara pengolahannya, teh dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu teh fermentasi (teh hitam), teh semi fermentasi (teh oolong dan teh pouchong) serta teh tanpa fermentasi (teh hijau). Istilah fermentasi sebenarnya bukanlah istilah yang tepat untuk menggambarkan proses pengolahahan pada teh. Istilah diatas akan lebih tepat bila menggunakan istilah oksidasi enzimatis. Namun demikian istilah inipun masih jarang digunakan mengingat terlalu panjangnya istilah tersebut. Untuk itu, pada kesempatan ini rumahteh[dot]com menggunakan istilah OKSIMATIS (singkatan dari oksidasi enzimatis) sebagai padanan kata dari fermentasi yang dimaksud.

Proses Pengolahan Teh Hitam
Baik teh hitam, teh hijau maupun teh oolong dan teh pouchong dapat diolah dari bahan baku yang sama yaitu daun teh atau Camellia sinensis. Berdasarkan varietasnya Camellia sinensis dibagi menjadi dua yaitu Camellia sinensisvarietas Assamica dan Camellia sinensis varietas sinensis. Di Indonesia, sebagian besar tanamannya berupa Camellia sinensis varietas Assamica. Salah satu kelebihan dari varietas Assamica ini adalah kandungan polifenolnya yang tinggi. Sehingga sangatlah beralasan bila teh Indonesia lebih berpotensi dalah hal kesehatan dibandingkan teh Jepang maupun teh China yang mengandalkan varietas Sinensis sebagai bahan bakunya.

Secara umum, pengolahan teh hitam di Indonesia dapat dikategorikan dalam dua sistem, yaitu sistem Orthodox dan sistem baru seperti CTC (Crushing-Tearing-Curling) dan LTP (Lowrie Tea Processor). Meski sistem yang digunakan berbeda, secara prinsip proses pengolahannya tidaklah jauh berbeda.

Pelayuan
Tahap pertama pada proses pengolahan teh hitam adalah pelayuan. Selama proses pelayuan, daun teh akan mengalami dua perubahan yaitu perubahan senyawa-senyawa kimia yang terdapat dalam daun serta menurunnya kandungan air sehingga daun teh menjadi lemas. Proses ini dilakukan pada alat Withering Trough selama 14-18 jam tergantung kondisi pabrik yang bersangkutan. Hasil pelayuan yang baik ditandai dengan pucuk layu yang berwarna hijau kekuningan, tidak mengering, tangkai muda menjadi lentur, bila digenggam terasa lembut dan bila dilemparkan tidak akan buyar serta timbul aroma yang khas seperti buah masak.

Penggilingan dan Oksimatis
Secara kimia, selama proses pengilingan merupakan proses awal terjadinya oksimatis yaitu bertemunya polifenol dan enzim polifenol oksidase dengan bantuan oksigen. Penggilingan akan mengakibatkan memar dan dinding sel pada daun teh menjadi rusak. Cairan sel akan keluar dipermukaan daun secara rata. Proses ini merupakan dasar terbentuknya mutu teh. Selama proses ini berlangsung, katekin akan diubah menjadi theaflavin dan thearubigin yang merupakan komponen penting baik terhadap warna, rasa maupun aroma seduhan teh hitam. Proses ini biasanya berlangsung selama 90-120 menit tergantung kondisi dan program giling pabrik yang bersangkutan. Mesin yang biasa digunakan dalam proses penggilingan ini dapat berupa Open Top Roller (OTR), Rotorvane dan Press Cup Roller (PCR) : untuk teh hitam orthodox dan Mesin Crushing Tearing and Curling (CTC) : untuk teh hitam CTC.

Pengeringan
Proses ini bertujuan untuk menghentikan proses oksimatis pada saat seluruh komponen kimia penting dalam daun teh telah secara optimal terbentuk. Proses ini menyebabkan kadar air daun teh turun menjadi 2,5-4%. Keadaan ini dapat memudahkan proses penyimpanan dan transportasi. Mesin yang biasa digunakan dapat berupa ECP (Endless Chain Pressure) Dryer maupun FBD (Fluid Bed Dryer) pada suhu 90-95°C selama 20-22 menit. Sebenarnya output dari proses ini sudah dapat dikatakan sebagai teh hitam meski masih memerlukan proses lebih lanjut untuk memisahkan dan mengklasifikasikan teh berdasarkan kualitasnya. Untuk itu diperlukan proses sortasi dan grading.

Sortasi and Grading
Sortasi bertujuan untuk memisahkan teh kering berdasarkan warna, ukuran dan berat. Sedangkan grading bertujuan untuk memisahkan teh berdasarkan standar mutu yang telah disepakati secara nasional maupun internasional.

Pengemasan
Teh yang telah disortasi dan digrading dimasukkan dalam peti miring yang selanjutnya dimasukkan ke dalam tea bulker untuk dilakukan pencampuran (blending). Proses ini untuk menghomogenkan produk teh dalam grade yang sama. Mengingat produk pertanian senantiasa mengalami fluktuasi kualitas, maka produk teh dari batch ke batch dari hari ke hari senantiasa berbeda. Untuk menghilangkan perbedaan tersebut dilakukanlah pencampuran.


Artikel yang terkait dengan pengolahan teh:
1. Grading: Masalah dan Solusinya (2)
2. Grading: Masalah dan Solusinya (1)
3. Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (4)
4. Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (3)
5. Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (2)
6. Teknologi Terkini Proses Pengolahan Teh Untuk Mendukung Industri Hilir (1)
7. Theaflavin dan Thearubigin
8. TEH ini Menyehatkan
9. Kenapa Disebut Black Tea?
10. Pengolahan Teh Wangi
11. Pengolahan Teh Oolong
12. Pengolahan Teh Hijau
13. Theaflavin, Polifenol Teh Hitam yang Diunggulkan (1)
14. MatematiKATEKIN (5)
15. MatematiKATEKIN (4)

 
 

Ada 10 komentar pada artikel:
Pengolahan Teh Hitam

 
1. Fitri dari Bandung  - 10/06/2009 - 07:26 WIB
"hmm...artikel tentang pengolahan teh hitamnya udah baguss,, tapii,,kayaknya lebih bagus lagi kalo pake gambar alat-alat yang dipake terus aplikasi and prosesnya digambarkan,, Huehehe,, makacii..."
 
 
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 10/06/2009 - 10:14 WIB
"Terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Informasi yang ditampilkan memang masih sebatas narasi. Mudah-mudahanan ke depannya, informasi dari rumahteh[dot]com bisa lebih komunikatif lagi. Kami tunggu kunjungan berikutnya. Salam Tea Lovers."
 
 
3. Ridho dari Bogor  - 27/08/2009 - 11:59 WIB
"selamat siang.., saya mahasiswa IPB sedang melakukan penelitian mengenai mutu teh. Saya ingin bertanya mengenai standar mutu produk teh yang bagaimana yang disenangi masyarakat Indonesia dan dunia untuk sekarang ini? "
 
 
4. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 28/08/2009 - 11:16 WIB
"Terimakasih Mas Ridho atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Perlu diketahui bahwa standar untuk mutu teh cukup beragam. Mulai dari standar mutu untuk teh hitam, teh hijau, teh celup, teh wangi dan lain sebagainya. Bahkan tahun ini sendiri akan ada dua standar baru untuk teh, yaitu R-SNI Teh Instan dan Minuman Teh dalam Kemasan dimana saya terlibat langsung dalam penyusunan R-SNI tsb. Untuk standar internasional biasanya mengacu pada ISO, salah satu seri iso yang dirujuk untuk mutu teh adalah ISO 3720 mengenai kualitas teh hitam. Demikian komentar dari saya. Apabila masih ada hal-hal yang akan ditanyakan, silahkan kunjungi kami lagi di rumahteh[dot]com."
 
 
5. Ereskayanto dari Jambi  - 15/10/2009 - 11:26 WIB
"Saya senang, Alhamdulillah ada media informatif yang sangat membantu pengayaan informasi yang saya butuhkan untuk pekerjaan."
 
 
6. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 24/10/2009 - 09:08 WIB
"Pak Eres.... Terimakasih sudah mampir di rumahteh[dot]com. Mohon maaf telat meresponnya nih. Mudah-mudahan bisa bertemu lagi. Amiin"
 
 
7. Bimo dari Solo  - 05/05/2010 - 22:54 WIB
"Saya ingin mentahui tentang pengolahan teh instan. Apakah ada informasi mengenai hal tersebut. Mohon kiranya dapat diinformasikan via email saya. Terimakasih."
 
 
8. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 09/05/2010 - 21:41 WIB
"Terimakasih Pak Bimo atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Untuk info lengkap mengenai pengolahan teh instant, Bapak dapat mengirimkan request email ke rohdiana@rumahteh.com, setelah itu akan saya kirim segera artikel terkait pengolahan teh instant tersebut."
 
 
9. Adisu dari Bogor  - 03/08/2010 - 18:47 WIB
"Sangat membantu sekali situs ini..infonya cukup jelas.. Saya ingin tanya pada proses pelayuan apa bila kadar air masih tinggi, dampak terhadap proses penggilingan dan oksimatis apa? Kemudian bila kadar air terlalu rendah seperti apa dampaknya? Kemudian bila kerataan layuan tidak mencapai 90% apa akibatnya? Terimakasih pak sebelumnya..."
 
 
10. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 04/08/2010 - 22:18 WIB
"Terimakasih Pak Adisu atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Pelayuan sangat penting dalam pengolahan teh hitam. Kegagalan pada proses ini berakibat fatal. Apabila kadar air pelayuan lebih tinggi dari standar yang diinginkan (under wither) maka cairan sel akan terlalu mudah keluar dari daun. Hal ini menyebabkan proses oksimatis tidak terkendali. Under wither biasanya diikuti oleh over fermented, oksimatis yang tidak terkendali. Akibatnya, rasa dan aroma teh menjadi tidak sesuai dengan keinginan. Under wither pun akan menyulitkan proses sortasi basah, karena bubuk yang dihasilkan sulit untuk dipisahkan karena ayakan yang digunakan untuk proses tersebut tertutupi oleh bubuk basah. Sebaliknya, jika kadar air pelayuan lebih rendah dari standar (over wither) maka akan melahirkan teh hitam yang flaky, tidak curly. Hal ini akan mengurangi keluaran grade BOP (Broken Orange Pekoe) yang harganya cukup bagus. Over wither ini akan banyak melahirkan teh hitam grade BT, Broken Tea. Demikian kurang lebih komentar dari kami, semoga membantu."
 
 
 

Berikan komentar Anda mengenai artikel
Pengolahan Teh Hitam

  Nama
 
  Email
 
 
  Kota
 
 
  Komentar
 

 
Anda harus mengisi seluruh form.
Komentar Anda akan dievaluasi terlebih dulu sebelum ditampilkan di rumahteh[dot]com.


   Info lainnya:


pesan buku TEH INI MENYEHATKAN di sini!



 
 




| Home | Iptek | Kesehatan | Lifestyle | Kuliner | Services | Encyclope-tea | FAQs | Free Download | Tentang Kami |
Apakah website ini bermanfaat bagi Anda?
 
© www.rumahteh.com
to top