Plus Herbal Products
rssfeed

     


 
 

Iptek » Riset
Flavonoid Teh (1)
Oleh: Dadan Rohdiana
14/04/2010 - 10:05:46 WIB
Tell a Friend

Jantung bukan satu-satunya bagian tubuh yang diuntungkan oleh flavonoid. Penelitian lain yang dipimpin oleh para peneliti Belanda, yang dinamakan Penelitian Zuthpen., menemukan bahwa flavonoid juga melindungi pembuluh darah. Dr. Sirving O. Keli mengikuti diet 552 pria paruh baya selama 15 tahun saat  mengikuti jejak timbulnya stroke. Para pria dengan asupan flavonoid yang tinggi memiliki peluang stroke 73% lebih rendah dari pada pria yang mendapat asupan flavonoid yang rendah. Teh merupakan sumber flavanoid utama dari diet pria-pria ini.

Flavonoid, menurut Profesor Catherin Rice-Evans pada kelompok peneliti radikal bebas di Guy’s Hospital, London, bertindak sebagai antioksidan melalui empat mekanisme, yaitu:

  • Agen pereduksi, melucuti radikal bebas
  • Dengan memberikan molekul hidrogen untuk mencegah pembentukan radikal bebas
  • Dengan menonaktifkan  oksigen tunggal yang nantinya dapat bertindak sebagai radikal bebas di dalam tubuh
  • Dengan sifat mengkhelat logam, yaitu dengan cara berikatan dengan logam yang dapat menghambat pembentukan radikal bebas (beberapa ion logam, termasuk besi dan tembaga, mendukung pembentukan radikal bebas. Agen pengkhelat, seperti flavonoid tertentu dan EDTA, mengikat beberapa ion dan mengurangi potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya).

Penelitian profesor Rice-Evans telah menunjukkan bahwa flavonoid pada teh, yang memiliki keluarga ”katekin” dari flavonoid, pada jumlah yang sama mempunyai keampuhan sebagai antioksidan yang lebih baik daripada vitamin C, vitamin E, dan betakaroten. Tetapi harus dicatat bahwa flavonoid bekerja secara sinergis dengan vitamin C dan vitamin E. Hal ini sungguh merupakan penyakit ”the more the merrier” ketika menjadi antioksidan; sepertinya tidak terlalu banyak berbeda mengenai cara kerjanya menetralkan radikal bebas.

Profesor Rice-Evans juga menekuni aktivitas antioksidan polifenol dari berbagai jenis teh dengan sebuah pengujian laboratorium yang dinamakan ”throlox equivalent antioksidan activity measure”. (persamaan pengukuran aktivitas antioxidant throlox). Pengujian ini membandingkan kemampuan penangkapan radikal bebas yang dibicarakan dengan  jumlah trolox yang sama, bentuk vitamin E yang larut dalam air. Pada pengujian antioksidan ini meliputi polifenol teh dan berbagai flavonoid lainnya. Polifenol teh berada pada puncak grafik. Epikatekin gallat, epigallokatekin gallat, asam galat, epikatekin, dan katekin semuanya semuanya berperingkat atau dekat dengan peringkat aktivitas antioksidan tertinggi.

(to be continued...)


Artikel yang terkait dengan flavonoid:
1. Teh Hitam Minuman Bermutu Tinggi
2. Flavonoid Teh (2)
3. Teh dan Kesehatan Gigi (1)
4. Manfaat Minum Teh untuk Kesehatan (1)

 
 

Ada 2 komentar pada artikel:
Flavonoid Teh (1)

 
1. Albert dari Blora  - 12/05/2010 - 13:42 WIB
"Kebiasaan minum teh menyehatkan bagi kita."
 
 
2. Dadan ROHDIANA dari Bandung  - 16/05/2010 - 20:28 WIB
"Pak Albert, terimakasih atas kunjungannya di rumahteh[dot]com. Benar apa yang disampaikan Pak Albert bahwa kebiasan kita dalam minum teh dapat meningkatkan akreditas kesehatan kita. Selamat minum teh Pak."
 
 
 

Berikan komentar Anda mengenai artikel
Flavonoid Teh (1)

  Nama
 
  Email
 
 
  Kota
 
 
  Komentar
 

 
Anda harus mengisi seluruh form.
Komentar Anda akan dievaluasi terlebih dulu sebelum ditampilkan di rumahteh[dot]com.


   Info lainnya:


pesan buku TEH INI MENYEHATKAN di sini!



 
 




| Home | Iptek | Kesehatan | Lifestyle | Kuliner | Services | Encyclope-tea | FAQs | Free Download | Tentang Kami |
Apakah website ini bermanfaat bagi Anda?
 
© www.rumahteh.com
to top